Moody's Menurunkan Outlook 5 Bank di Indonesia Menjadi Negatif

Lembaga pemeringkat utang Moody's memotong pandangan atau proyeksi lima bank besar di Indonesia dari stabil menjadi negatif. Kelima bank tersebut adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Pemangkasan pandangan hal ini sejalan dengan penurunannya pandangan Peringkat kredit Indonesia yang sebelumnya stabil kini menjadi negatif.

Perubahan peringkat ini terutama mencerminkan pandangan negatif terhadap peringkat kredit Baa2 Indonesia, yang mencerminkan peningkatan risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia, tercermin dari berkurangnya prediktabilitas dan koherensi dalam proses pengambilan kebijakan, serta kurang efektifnya komunikasi kebijakan selama setahun terakhir, tulis Moody's dalam pengumumannya, dikutip Minggu, 8 Februari 2026.

Moody's menilai jika tren ini terus berlanjut maka akan mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini mendukung solidnya pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan. Lebih lanjut Moody's menyatakan, penurunan peringkat kredit Indonesia akan berdampak pada penurunan peringkat kredit kelima bank tersebut.

Menyikapi penurunan prospek lima bank tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta perbankan pemerintah pusat memberikan penjelasan terbuka. Menurut Airlangga, klarifikasi dari masing-masing bank diperlukan untuk memahami kekhawatiran yang mendasari penilaian tersebut.

“Semua lembaga pemeringkat pasti punya kekhawatiran setiap. Itu perlu dijelaskan, dan kekhawatiran “Hal ini juga harus dijawab secara memadai oleh perbankan,” kata Airlangga usai menghadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.

Berikut pertimbangan Moody's untuk masing-masing bank:

Moody's menyebutkan peringkat deposito adalah Baa2 dan Penilaian Kredit Dasar (BCA) baa2 Mandiri mencerminkan permodalan yang baik, pendanaan yang solid dan profitabilitas yang tinggi. Namun terdapat beberapa risiko berupa penurunan modal, pinjaman baru akibat pertumbuhan kredit yang pesat, tekanan terhadap kualitas aset di beberapa segmen, serta tingginya eksposur kredit pada sektor komoditas dan sektor berisiko tinggi.

Moody's memperkirakan rasionya Ekuitas Umum yang Berwujud (TCE) menentang Aset Tertimbang Menurut Risiko (RWA) akan turun sekitar 14,5-15 persen karena tingginya dividen dan pertumbuhan ATMR sebesar 10 persen pada tahun 2026. Selain itu, Pengembalian Ekuitas Berwujud (ROTA) diperkirakan berada di level 2,2 persen pada tahun 2026.

BRI dinilai memiliki profitabilitas yang kuat, kecukupan modal, dan pendanaan yang solid. Namun Moody's menilai terdapat risiko aset yang tinggi pada 2026-2027 karena eksposur kredit UMKM yang signifikan. Moody's memperkirakan profitabilitas BRI akan menurun pada tahun 2026.

BNI dinilai memiliki kapitalisasi yang kuat, likuiditas yang moderat, dan struktur pendanaan yang stabil. Meski begitu, kata Moody's, profitabilitas BRI menurun karena mendapat tekanan Margin Bunga Bersih (NM) selama tahun 2025 dan diperkirakan akan tetap moderat. Moody's memperkirakan ROTA akan berada pada kisaran 1,4-1,5 pada tahun 2026.

Menurut Moody's, peringkat BCA saat ini mencerminkan kualitas aset yang kuat, profitabilitas yang tinggi, permodalan yang kuat, dan likuiditas yang baik. Namun, profil keuangan BCA masih dibatasi oleh peringkat negaranya. ROTA BCA diperkirakan akan turun menjadi sekitar 3,5 persen pada tahun 2026.

Moody's mengatakan peringkat BTN saat ini mencerminkan risiko aset yang tinggi dengan tingkat provisi yang rendah. Hal ini ditandai dengan tingginya restrukturisasi kredit dan tingkat bunga yang masih harus dibayar. Meski Moody's memperkirakan profitabilitas BTN akan tetap stabil pada tahun 2026, namun tingkat profitabilitas saat ini diperkirakan akan jauh lebih rendah jika bank meningkatkan cadangannya seiring dengan risiko aset.

Nandito Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Sumber berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *