Ekspor CPO RI bebas dari bea masuk ke Eropa hingga 1 juta ton

Tempo.co, Jakarta – Menteri Koordinasi Urusan Ekonomi AIRLANGGA Hartarto mengungkapkan, Minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia tunduk pada nol persen alias tugas bebas ke Eropa hingga 1 juta ton. Ini adalah bagian dari Perjanjian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa (IEU-CEPA) yang telah mencapai tahap akhir.

“Saya pikir, untuk Indonesia, dalam perjanjian kami setuju dua komoditiyaitu CPO dan Minyak Kernel Palm (PKO). Kami menyetujui kuota, di mana untuk CPO sekitar 1 juta ton dan PKO tergantung pada ekspor tahun lalu ke Uni Eropa, “kata Airlangga di kantornya pada Kamis, 31 Juli 2025.

Airlangga mengatakan bahwa dokumen Perjanjian Perdagangan IEU-CEPA akan disetujui pada bulan September 2025. Menurut Airlangg, perwakilan Komisaris Uni Eropa Maros Sefcovic akan datang ke Indonesia pada bulan September. Pada saat itu, dokumen Perjanjian Perdagangan IEU-CEPA akan ditandatangani.

“Saya telah berbicara dengan Komisaris Maros Sefcovic bahwa dia berencana untuk datang ke Jakarta pada bulan September untuk menandatangani dokumen itu,” kata Airlanganga.

Dia memastikan bahwa semua poin yang terkandung dalam perjanjian itu efektif pada tahun 2026. Salah satunya terkait dengan pelepasan tarif untuk sekitar 80 persen produk ekspor Indonesia ke Eropa. “IEU-CEPA akan efektif, semoga bisa dipercepat tahun depan,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ekonomi dan Strategi Fiskal dari Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, ekspor produk-produk minyak kelapa sawit ke Uni Eropa akan ditingkatkan pada semester II 2025. Komoditas ini diharapkan menjadi sumber mengemudi setelah negosiasi IEU-CEPA mencapai tahap akhir kesepakatan.

Penjualan produk palem ke pasar Uni Eropa, menurut Febrio, menjadi bagian dari perjanjian yang dikenal sebagai IEU-CEPA. “Telapak tangan minyak ini telah terjadi kesepakatan, jadi kami akan dapat mengekspor lebih banyak di sana dan bahwa kami berharap untuk menjadi salah satu sumber mengemudi,” katanya, dikutip Selasa, 22 Juli 2025.

IEU CEPA dan Dekrit Amerika Serikat (AS) yang mengurangi tarif impor dikatakan membuka peluang untuk ekspor produk -produk tanah air. Perjanjian dengan Uni Eropa dicapai setelah hampir 10 tahun negosiasi.

Perjanjian tersebut, menurut Febrio, akan membawa peningkatan aliran perdagangan dan investasi ke Indonesia dari Uni Eropa. “Jadi, ini adalah momentum yang akan kita gunakan untuk paruh kedua tahun 2025,” katanya.

Sumber berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *