KPK akan menghubungi Google tentang pengadaan cloud di Kementerian Pendidikan dan Budaya


Jakarta

KPK masih menyelidiki dugaan korupsi era pengadaan cloud Google dari Menteri Pendidikan dan Budaya Nadiem Makarim. KPK juga akan memanggil Google sebagai penyedia sewa.

“Google, ya, para pihak akan menentukan bahwa nanti adalah bagian dari, ini adalah proses, di mana ada pengadaan seperti itu, sewa cloud seperti itu. Tentu saja kami akan meminta informasi nanti,” wakil wakil untuk akting dan pelaksanaan KPK ASEP Guntur Rahayu kepada wartawan di KPK Red dan White Building di Jakara Selatan, Kamis, 7/1 Kamis (7/1 Kamis.

Gulir untuk melanjutkan konten

ASEP menjelaskan bahwa pemeriksaan akan dilakukan oleh KPK kepada siapa saja yang dianggap dapat membantu membuat kasus yang terang. Dia percaya dia akan memanggil mereka yang dianggap memiliki tautan.

“Tapi kita pertama kali melihat dari siapa, apakah perwakilan, siapa kita, partai -partai utama yang terkait dengan pengadaan Google Cloud akan diminta informasi, sehingga masalahnya lebih jelas,” jelas ASEP.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa mantan staf khusus Menteri Penelitian dan Teknologi Nadiem Makarim, Fiona Handayani. KPK memeriksa FIONA terkait dengan penyelidikan kasus pengadaan cloud Google di Kementerian Pendidikan dan Budaya.

Penjabat wakil untuk penegakan dan pelaksanaan KPK ASEP Guntur Rahayu menjelaskan bahwa partainya sedang mencari informasi dan informasi dari Fiona tentang partai yang menentukan pengadaan Google Cloud. Dari hasil pemeriksaan, KPK percaya bahwa pengadaan Google Cloud ditentukan oleh Nadiem sebagai bos Fiona.

“Karena apa yang menentukan, ini pasti bahwa menentukan pengadaan termasuk Google Cloud, itu harus menjadi kepemimpinan utama,” Asep menjelaskan kepada wartawan di KPK Red and White Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/31).

ASEP mengatakan KPK perlahan -lahan akan memeriksa lebih dulu mulai dari tingkat yang lebih rendah terkait dengan masalah ini. Dia menyebutkan setelah pemeriksaan mantan staf, KPK akan segera meminta konfirmasi dari Nadiem.

“Begitu lambat, ini staf, benar? Staf, kami meminta informasi dari staf apa.

KPK diketahui melakukan penyelidikan atas dugaan kasus pengadaan Google Cloud di Kementerian Pendidikan dan Budaya. KPK mengungkapkan tempus atau waktu pengadaan Google Cloud terjadi selama Pandemi Covid-19.

“Ya (Tempus selama Covid-19). Sejalan dengan pengadaan prioritas,” jelas ASEP kepada wartawan di KPK Red and White Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/7)

ASEP menjelaskan bahwa Google Cloud digunakan untuk mendukung implementasi kegiatan pengajaran dan pembelajaran yang kemudian dilakukan secara online. Pengadaan Google Cloud juga biaya.

“Pada waktu itu kita ingat era Covid, belajar menggunakan pembelajaran online. Tugas anak -anak kita yang belajar dan lainnya, kemudian hasil ujian, data disimpan dalam bentuk cloud, Google Cloud,” kata ASEP.

“Jadi kita juga jika, apalagi itu adalah yang besar, kita sendiri ingin menyimpan foto, video, atau apa, kita disimpan di cloud, kita bayar, bayar. Sekarang ini juga, cloud, itulah yang kita jelajahi,” katanya.

(FCA/FCA)



Sumber Berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *