Nasib alat sipil negara (ASN) atau pegawai negeri (PNS) sekali lagi menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan nota keuangan dari 2026 State Budget (RAPBN) dalam sesi pleno DPR pada hari Jumat, 16 Agustus 2025. Dalam pidatonya, Prabowo tidak menyebutkan peningkatan tersebut pada hari Jumat, 16 Agustus 2025. Gaji PNS.
Tidak adanya diskusi tentang gaji ASN memperkuat sinyal bahwa tahun depan pegawai negeri sipil kemungkinan besar tidak akan menerima pendapatan tambahan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa keputusan itu terkait erat dengan kondisi fiskal negara. Pemerintah, katanya, masih harus menghitung dengan hati -hati sebelum memutuskan ruang fiskal untuk pengeluaran karyawan.
“Untuk gaji (PNS), kita akan melihat ruang fiskal 2026, yang sebagian besar diisi dengan program prioritas nasional,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers terkait dengan Rapbn Financial Note 2026, Senin, 18 Agustus 2025.
Dia menjelaskan, pemerintah saat ini memilih untuk memfokuskan anggaran pada delapan program prioritas nasional yang dianggap lebih mendesak. Artinya, alokasi untuk peningkatan gaji pegawai negeri masih menunggu pengembangan ruang fiskal yang tersedia.
Bukan hanya masalah gaji, Sri Mulyani juga menyebutkan perekrutan pegawai negeri baru. Dia mengatakan, penambahan pembentukan ASN untuk tahun depan tidak dapat dipastikan. Kebutuhan akan tenaga kerja di kementerian dan institusi, terutama di daerah, akan menjadi pertimbangan utama. Namun, sekali lagi pemerintah dihadapkan dengan kendala anggaran. “Ada kapasitas fiskal yang harus dipertimbangkan. Dalam hal ini kami belum melakukan olahraga, terutama untuk perekrutan,” katanya.
Dalam rancangan anggaran negara 2026, pemerintah menargetkan pengeluaran negara untuk mencapai Rp 3.786,5 triliun atau peningkatan 7,3 persen dibandingkan dengan prospek 2025 APBN. Namun, sebagian besar anggaran tidak diarahkan Gaji PNStetapi program prioritas yang dianggap lebih strategis.
Program keamanan pangan, misalnya, dicairkan pada Rp 164,4 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mencetak sawah baru, mendistribusikan pupuk bersubsidi dengan target, memberikan benih yang unggul, untuk memperluas akses ke pembiayaan murah bagi petani.
Di sektor energi, pemerintah menyiapkan RP 402,4 triliun untuk memperkuat keamanan energi nasional. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk mempertahankan stabilitas pasokan energi di tengah tantangan global.
Program makan bergizi gratis (MBG) juga menyedot anggaran besar, yaitu RP. 335 triliun. Dana ini ditargetkan untuk mencapai 82,9 juta penerima manfaat, terutama anak -anak sekolah. Pemerintah menganggap program ini penting untuk mengatasi masalah kekurangan gizi yang masih menaungi.
Pendidikan dan kesehatan tetap dua sektor utama. Pendidikan memperoleh Rp 757,8 triliun untuk meningkatkan kualitas dan peningkatan fasilitas pembelajaran. Sementara kesehatan dialokasikan RP. 244 triliun untuk memperkuat layanan publik, dari rumah sakit ke Puskesmas.
Untuk memperkuat ekonomi rakyat, pemerintah mencairkan dana untuk pengembangan 80 ribu koperasi desa atau kopdes merah dan putih. Inisiatif ini dimaksudkan agar ekonomi desa lebih diberdayakan dan mandiri.
Sektor pertahanan alam semesta memperoleh anggaran yang signifikan untuk modernisasi peralatan pertahanan, memperkuat komponen cadangan, dan meningkatkan kesejahteraan tentara.
Akhirnya, pemerintah menguraikan strategi untuk mempercepat investasi dan perdagangan global. Anggaran difokuskan pada ekspansi pasar dan meningkatkan daya saing Indonesia di arena internasional. Dengan komposisi pengeluaran ini, kesempatan bagi pegawai negeri sipil untuk menikmati kenaikan gaji pada tahun 2026 terlihat kecil. Fokus pemerintah jelas: memprioritaskan program prioritas nasional daripada gaji tambahan dari aparatur negara.