Pikiran ID mengungkapkan program pengembangan PLTS untuk irigasi

Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan ID Pikiran Satya Nugraha mengungkapkan salah satu program CSR Perusahaan ini berada di bidang lingkungan dalam bentuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLT) untuk irigasi. Listrik PLN yang awalnya digunakan oleh petani untuk memindahkan turbin sekarang telah dikonversi menggunakan PLT.

“Ini adalah cara kita pergi ke energi dan efisiensi bersih,” kata Satya di Pangkalpinang pada hari Selasa, 26 Agustus 2025.

Dia menjelaskan bahwa ini mampu meningkatkan produksi petani dua hingga tiga kali setiap tahun. “Di PT Timah ada juga sesuatu yang unik dalam merebut kembali lingkungan laut dengan membuat sarang atau rumah untuk ikan berkumpul sehingga memfasilitasi nelayan,” katanya.

Untuk bidang pengembangan warga negara, Satya mengatakan bahwa Mind ID telah menyediakan fasilitas dan infrastruktur untuk usaha kecil dan menengah untuk mengambil bagian dalam pameran dan membantu mendapatkan sertifikasi bisnis dan sertifikasi halal.

“Sebenarnya masih ada banyak hal yang kami lakukan, termasuk sektor kesehatan, membangun fasilitas sosial dan infrastruktur dan respons bencana. Untuk sektor kesehatan, bulan ini kami akan mengadakan operasi katarak,” kata Satya. Dia menyebutkan bahwa total 48 jenis kegiatan layanan kesehatan dengan 5.727 penerima manfaat.

Satya mengatakan program CSR Mind ID termasuk 4 bidang prioritas yaitu pendidikan, lingkungan, pengembangan warga negara dan kegiatan sosial. “Dalam bidang prioritas ini termasuk pilar pembangunan yang dilakukan untuk mendukung pencapaian 17 SDG (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) Tujuan yang ditentukan oleh PBB,” katanya.

Pikiran ID juga telah memberikan program beasiswa dan pelatihan kepada 500 guru dan memberikan pelatihan keterampilan untuk 267 orang. Secara khusus PT Timah, program pendidikan melalui Pemali Boarding School telah lulus sekitar 886 alumni dengan siswa residual sebanyak 100 orang dan program untuk siswa dan program literasi guru.

Sementara itu, Departemen Komunikasi Korporat PT Timah, Anggi Budiman Sahaan, mengatakan bahwa partainya sangat prihatin dengan pemenuhan tanggung jawab sosial, lingkungan dan masyarakat dalam semua operasi operasi produksi perusahaan.

“Kami bukan pemain tunggal, tetapi dalam melakukan operasi terus dipandu oleh aturan mulai dari eksplorasi, eksploitasi, pemrosesan, penjualan hingga berakhir dengan melaksanakan kewajiban pasca -penambahan,” kata Anggi.

Sejumlah kewajiban perusahaan untuk lingkungan telah dilakukan dengan merebut kembali lahan penambangan di tanah dan di laut. Dari 2015 hingga Juni 2025, katanya, PT Timah telah merebut kembali 3 ribu hektar tanah.

Jika terakumulasi sejak 1992, kata Anggi, lebih dari 16 ribu hektar lahan yang telah direklamasi oleh PT Timah dengan perkiraan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 196 miliar. “Itu dapat dilihat di desa reklamasi air Jangkang di Bangka dan pemilihan desa reklamasi di Belitung Timur. Hal yang sama yang kami lakukan di laut karena area produksi produksi PT Timah juga ada di laut,” katanya.

Sumber berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *