Badan Makanan Nasional (Bapanas) menyatakan intervensi pemerintah Operasi Pasar untuk menjaga stabilitas harga beras di 196 distrik/kota. Itu dilakukan agar masyarakat akan terus mendapatkan akses makanan yang terjangkau.
“Mengenai fluktuasi harga padi saat ini, program intervensi telah dilakukan sejak Juli 2025 termasuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Makanan (SPHP) dan Bantuan Padi,” kata wakil ketersediaan dan stabilitas makanan. Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025.
Dia mengatakan bahwa intervensi pemerintah termasuk distribusi nasi SPHP dan bantuan makanan beras, yang menjadi instrumen utama keseimbangan pasokan dan harga beras nasional.
Dia menyebutkan data panel harga makanan Bapanas menunjukkan jumlah kabupaten/kota dengan harga rata -rata padi medium yang sama atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) meningkat 26 persen dari akhir Juli hingga Agustus.
Pada akhir Juli ada 155 distrik/kota dengan harga padi menengah yang stabil, kemudian pada minggu keempat Agustus jumlahnya meningkat menjadi 196 distrik/kota dengan harga yang lebih terkontrol.
Pemerintah juga membagikan bantuan makanan sekitar 360 ribu ton beras untuk 18,27 juta keluarga selama dua bulan yaitu Juni dan Juli 2025 sebagai stimulus ekonomi sambil mempertahankan daya beli masyarakat.
Sementara itu, beras SPHP untuk periode Juli-Desember 2025 menargetkan distribusi 1,3 juta ton, dengan realisasi harian dari bulog perum saat ini dapat mencapai lebih dari 7 ribu ton di berbagai daerah.
Ketut mengatakan distribusi beras SPHP terus ditenangkan di pasar rakyat dan ritel modern sehingga penyebarannya lebih adil, sehingga orang dapat dengan mudah mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.
Sebelumnya, anggota Ombudsman dari Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika menekankan pentingnya perhatian penuh pada pengembangan harga beras sedang. Kondisi harga beras sedang penting untuk distabilkan bagi komunitas yang lebih luas.
“Intinya adalah bahwa Ombudsman akan mengeksplorasi masalah ini.
Secara terpisah, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan komitmennya dalam upaya pemerintah untuk mengerjakan Program Intervensi Heller. “Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, program beras SPHP akan terus didorong hingga Desember. Misalnya sebelum Desember mencapai 1,3 juta ton, kami akan mengirimkannya kembali untuk target tambahan. Saham beras pemerintah sangat besar saat ini,” kata Arief.