Jakarta –
Sebanyak 11 anak dilaporkan memiliki infeksi saluran pernapasan atas (ARI), sementara tiga anak lainnya memiliki infeksi mata disebutkan karena efek negatif dari percobaan menolak bahan bakar turunan (RDF) dalam rorotanJakarta Utara. Anak -anak yang terkena mata mata diperlakukan secara mandiri.
“Semuanya telah diperlakukan secara mandiri,” kata Wahyu Andre Maryono sebagai koordinator Forum Perawatan Kesehatan melalui pesan singkat DetikcomJumat (3/21/2025).
Wahyu mengatakan dokter dari Puskesmas dan kantor kesehatan sebenarnya telah memeriksa anak -anak yang terkena dampak ARI dan infeksi mata kemarin (3/21) pagi. Namun, mereka hanya memeriksa.
Iklan
Gulir untuk melanjutkan konten
“(Biaya medis Mandiri) antara Rp ribu hingga RP 1,5 juta,” kata Wahyu.
Dari pernyataan sikap yang dikirim oleh Wahyu, forum warga negara perawatan kesehatan dengan tegas menolak untuk mengoperasikan Rorotan Rorotan Rorotan yang dimiliki oleh pemerintah provinsi Jakarta. Menurut mereka, belum ada sosialisasi sejak awal pembangunan Rorotan RDF, baik sosialisasi dampak lingkungan, dampak sosial-budaya dan dampak kesehatan.
“RDF Plant Rorotan telah berulang kali gagal dalam proses persidangan sehingga kami menerima dampak polusi udara terhadap pemukiman kami sejak awal Februari 2025,” Wahyu menjelaskan.
Wahyu menggambarkan dampak negatif dari Rorotan RDF. Yaitu kualitas udara memburuk, masalah kesehatan yang dialami oleh penduduk, menyebabkan bau yang sangat tajam, sehingga kualitas hidup menurun karena anak -anak tidak dapat menikmati kegiatan di luar rumah.
Ternyata tidak hanya penduduk Jakarta memprotes, tetapi ada juga warga Bekasi. “Kami adalah warga negara puluhan ribu di sekitar pabrik Rorotan RDF, bukan kelinci eksperimental!” ketat.
Sebelumnya, kepala Badan Lingkungan DKI Jakarta (LH) ASEP Kuswanto mengatakan sejumlah anak dipengaruhi oleh ARI dan infeksi mata karena uji coba RDF di Rorotan. Anak -anak ini tinggal di kompleks perumahan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, yang terpapar bau sampah dan asap hitam.
“Anak -anak yang dilaporkan kemarin dipengaruhi oleh 11, dia mengatakan dia terkena dampak Ari dan tiga mengalami infeksi mata,” kata ASEP.
Gubernur Jakarta Pramono Anung berjanji untuk bertanggung jawab atas kesehatan warganya. Dia memesan kantor kesehatan dan peringkat lainnya untuk diselesaikan.
“Saya sebagai gubernur bertanggung jawab, saya memutuskan,” kata Pramono saat meninjau RDF Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (3/20/2024).
“Siapa pun yang terpengaruh karena commissioning kemarin, lalu saya telah meminta, memerintahkan kepala layanan (kesehatan) untuk segera terkoordinasi di dalam, untuk diselesaikan. Kami bertanggung jawab,” lanjutnya.
(ISA/EVA)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspirasional dari kandidat polisi yang patut dicontoh di sini