Bahlil menyebut 5 negara minat investasi dalam staf nuklir Republik Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah acara Festival Energi dan Mineral 2025, Rabu (7/30/2025). Foto: Fariza/Kumparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan ada 5 negara yang tertarik untuk menginvestasikan modal untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.

Mantan Menteri Investasi/Kepala Dewan Koordinasi Investasi (BKPM) mengatakan pemerintah sedang mempelajari proposal yang diajukan oleh negara -negara ini.

“Kami telah mengidentifikasi beberapa negara sekitar 4 atau 5 negara yang memiliki minat dalam mengembangkan tenaga nuklir Indonesia. Sekarang proposal sedang dipelajari,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/25).

Namun, Bahlil tidak menentukan negara mana yang tertarik untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia. Dia hanya menyebut Kanada dan Rusia sebagai bagian dari negara -negara ini.

Hanya saja dia memastikan bahwa pemerintah Indonesia telah bertemu dengan partai -partai dari negara -negara yang akan menuangkan modal untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

“Salah satunya adalah Kanada, ya Rusia juga. Sudah ditemukan,” katanya.

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menyusun peta jalan untuk pengembangan energi nuklir, dengan target maksimum pada tahun 2034 Indonesia memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Model PLTN yang akan dibangun berukuran kecil hingga sedang, dengan kapasitas sekitar 300 hingga 500 megawatt (MW). Proyek awal akan difokuskan di dua wilayah, yaitu Sumatra dan Kalimantan, yang telah terdaftar dalam Rencana Bisnis Catu Daya Listrik (RUPTL).

Sumber Berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *