Jakarta –
Istana Presiden mengadakan doa nasional di peringatan 80 tahun Republik Indonesia. Di acara tersebut, Menteri Agama Nasaruddi Umar menilai bagaimana mengisi kemerdekaan saat ini dengan program tersebut Makan angka gratis (MBG) ke sekolah rakyat.
Doa beragama silang ini diadakan di Monumen Proklamasi, Menteng, Jakarta, Jumat (1/8/2025). Juga hadir adalah Menteri Koordinasi untuk PMK Pratikno, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Wakil Menteri Kehutanan Juri Ardiantoro, dan Wakil Menteri Populasi Isyana Bagoes Oka, Ketua Mui Anwar Iskandar, dan Rais Aam Pbnu Miftachul Akhyar, juga perwakilan Rais Pbnu Miftachul AKhyar, serta Perwakilan Kantor Pbnu Miftachul.
“Tantangan kami di masa depan adalah bagaimana mengisi kemerdekaan itu,” kata Nasaruddin dalam sambutannya seperti yang terlihat dalam akun YouTube dari Sekretariat Presiden.
Gulir untuk melanjutkan konten
Menteri Agama bersyukur bahwa kemerdekaan Indonesia sekarang dapat direalisasikan dengan program -program yang ditampilkan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Alhamdulillah, kami benar -benar mendengarkan pernyataan Mr. Presiden Prabowo pada berbagai kesempatan berulang kali,” katanya.
Program untuk mewujudkan kemandirian adalah program MBG untuk anak -anak, wanita hamil dan persalinan. Program ini dianggap jangka panjang untuk dicapai.
“Tidak mungkin disebut kemerdekaan yang benar -benar jika masih ada orang yang kelaparan. Terutama anak -anak kecil yang membutuhkan nutrisi sehat,” kata Menteri Agama.
“Jadi presiden diterjemahkan dengan memberikan nutrisi yang sehat untuk terutama anak -anak kita, wanita hamil, atau hanya melahirkan,” lanjutnya.
Jadi apa kebebasan dan kemerdekaan tanpa pendidikan? Menteri Agama menjelaskan bahwa ini diwujudkan dengan program sekolah rakyat yang diprogram oleh Prabowo.
“Presiden kita berusaha menerjemahkan bagaimana mewujudkan kemandirian mutlak di masa depan dengan mengisi pendidikan kepada anak -anak kita tanpa pandang bulu, semuanya harus semua dunia pendidikan. Alhamdulillah, sekarang sekolah rakyat telah terjadi,” katanya.
Selain itu, ada juga program pendidikan Garuda yang ditujukan untuk pemuda dan remaja putri dari latar belakang ekonomi tengah hingga lebih rendah dan di daerah terpencil. Serta program -program lain yang disukai Prabowo untuk mewujudkan kemerdekaan.
“Mr. Presiden juga meluncurkan apa yang disebut pendidikan Garuda,” tambah kemenangan itu.
(RFS/ISA)