IHSG Melemah, Terdampak Secara Global | tempo.co

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Kamis sore, terdampak koreksi bursa global. Saham-saham sektor teknologi mengalami tekanan, di tengah sentimen data positif Produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

IHSG ditutup melemah 42,84 poin atau 0,53 persen menjadi 8.103,88. Sementara itu kelompok 45 membagikan Indeks unggulan atau LQ45 turun 3,43 poin atau 0,41 persen menjadi 829,35.

Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tentu baik bagi pasar, namun kini pasar terkena dampak koreksi global, kata Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2026.

Hans mengatakan, sentimen dalam negeri terkait sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia sudah kembali normal atau tidak menghadirkan sentimen negatif lanjutan.

Ia menjelaskan, pelemahan IHSG dipengaruhi koreksi di bursa Asia dan global. Investor merotasi arah investasinya dan ada tekanan pada saham-saham di sektor teknologi. “Perputaran global dan tekanan pada saham-saham teknologi. Jadi, pasar kita terdampak,” kata Hans.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan PDB Indonesia tumbuh 5,39 persen year on year (yoy) pada triwulan IV tahun 2025 atau melampaui ekspektasi sebesar 5,01 persen (yoy) dan meningkat dari pertumbuhan sebesar 5,04 persen (yoy) pada triwulan III tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen (yoy), atau sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen (yoy).

Pasar Asia dan global cenderung mengalami pelemahan karena para pelaku pasar menjual saham-saham teknologi, di tengah kekhawatiran mengenai valuasi yang terlalu tinggi, pengeluaran yang besar untuk kecerdasan buatan (AI), dan potensi gangguan terhadap model bisnis perangkat lunak tradisional.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham sesi I. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat dua sektor yang menguat, yakni dipimpin oleh sektor barang konsumsi primer yang menguat sebesar 1,11 persen, dan disusul sektor keuangan yang menguat sebesar 0,05 persen.

Sementara sembilan sektor melemah, yakni sektor industri paling dalam sebesar 1,74 persen, disusul sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing-masing melemah 1,25 persen dan 1,02 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar adalah CTTH, NZIA, KOCI, PPRE dan FITT. Sedangkan saham yang mengalami pelemahan paling besar adalah MINA, MBTO, PADI, LPAD dan TRUE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.549.194 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,99 miliar lembar saham senilai Rp 20,06 triliun. Sebanyak 299 saham menguat, 349 saham melemah, dan 172 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional Asia siang ini antara lain indeks Nikkei melemah 475,39 poin atau 0,88 persen ke 53.818,00, indeks Shanghai melemah 26,28 atau 0,64 persen ke 4.075,91, indeks Hang Seng menguat 37,91 poin atau 0,14 persen ke 26.885,24, dan indeks Straits Times menguat 10,37 poin atau 0,21 persen menjadi 4.975,87.

Sumber berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *