Jakarta –
Juru bicara KPK Tessa Mahardika menanggapi Legiles Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menuduh pencarian di undang -undang kantor pengacara hukum di Jakarta Selatan dalam upaya untuk mengganggu mereka. Tessa menekankan bahwa pencarian tidak terkait dengan kasus Hasto.
“Saya tidak mengerti mengapa tim hukum saudara HK merasa bahwa pencarian itu berkaitan dengan kasus yang bersangkutan bahwa sedang diadili. Karena kasus itu sendiri berbeda,” kata Tessa ketika dihubungi pada hari Sabtu (3/23/2025).
Tessa mengatakan pencarian itu adalah bagian dari penyelidikan dari kasus yang ditangani. Tessa menekankan bahwa kasus ini terkait dengan kejahatan pencucian uang dengan mantan menteri tersangka pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Iklan
Gulir untuk melanjutkan konten
“Saya menekankan bahwa proses pencarian yang dilakukan adalah tindakan upaya paksa berdasarkan kepentingan penyelidikan, untuk memperkuat pemenuhan elemen kasus yang ditangani. Dalam hal ini tersangka TPPU SYL,” jelasnya.
Sebelumnya, Tim Hukum Sekretaris PDIP, Hasto Kristiyanto, menanggapi pencarian di kantor pengacara hukum di Jakarta Selatan. Hasto menuduh pencarian kantor hukum visi hukum yang sengaja dilakukan oleh KPK untuk mengganggu tim hukum Hasto.
“Inilah yang saya pikir harus saya perhatikan. Kami terus terang jika cara KPK seperti ini, ini sebenarnya akan mengganggu kami, dalam memberikan pembelaan terhadap Tuan Hasto,” pengacara Hasto, Maqdir Ismail mengatakan kepada wartawan di Pengadilan Korupsi Jakarta Tengah, Jumat (3/21).
Dia mengatakan pencarian visi hukum yang merupakan kantor lama Febri Diansyah seolah -olah pembingkaian yang buruk sedang berusaha dibuat oleh KPK. Dia menyesali ini.
“Jadi gangguan yang diberikan tidak hanya bertentangan dengan ketika proses investigasi, tetapi sekarang dalam proses persidangan itu terkesan seolah -olah ada kejahatan lain yang dilakukan oleh tim penasihat hukum,” katanya.
“(KPK) Mereka harus berpisah, antara kegiatan teman -teman yang sebelumnya adalah penasihat hukum Tuan Yasin Limpo dan yang sekarang bergabung dengan Pak Hasto. Saya pikir itu sangat tidak adil, jika sekarang seolah -olah kehadiran Febri dkk, berpartisipasi dalam mempertahankan ini akan ditarik ke kasus lain dan kasusnya seolah -olah diajukan bahwa mereka telah melakukan kejahatan,”
(AMW/DHN)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspirasional dari kandidat polisi yang patut dicontoh di sini