Kuota Sekolah Kejuruan Sejati, KKP berfokus pada kualitas alih -alih efisiensi anggaran

Tempo.co, Jakarta – Kementerian urusan maritim dan perikanan (Kkp) Benar secara drastis jumlah penerimaan siswa baru di unit pendidikan kejuruan untuk tahun akademik 2025/2026. Kepala Badan Sumber Daya Manusia dan Perikanan Maritime (BPSDM KP) I Nyoman Radiarta memastikan bahwa kebijakan itu bukan karena pemotongan anggaran.

“Bukan karena efisiensi anggaranTapi kami benar -benar ingin meningkatkan kualitas layanan pendidikan, “kata Nyoman dalam konferensi pers di Jakarta Aup Polytechnic, Rabu, 30 Juli 2025.

Nyoman mengungkapkan bahwa total siswa baru yang diterima tahun ini hanya 1.000 orang. Jumlah itu turun lebih dari setengah dari tahun -tahun sebelumnya yang rata -rata lebih dari 2.000 orang. Mayoritas kuota diberikan kepada anak -anak dari aktor utama di sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari program afirmasi, sementara 200 kursi lain disediakan untuk jalur publik melalui politeknik KP Sidoarjo.

“Jika Anda melihat statistik, sebenarnya tahun ini penurunan penerimaan kami bombastis,” katanya. “Dari 2.000, tahun ini turun secara dramatis menjadi 1.000 siswa.”

Menurutnya, pengurangan ini sebenarnya memungkinkan negara untuk meningkatkan kualitas layanan untuk setiap siswa. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp 140-150 miliar per tahun untuk sekitar 6.500 siswa, Nyoman mengatakan, sistem sebelumnya membuat dana menyebar terlalu luas dan sulit dipantau. “Investasi negara adalah pembenaran. Jika ada terlalu banyak investasi, kami tidak dapat memantau,” katanya. “Jika siswa dikurangi, anggaran sudah diperbaiki, maka kami dapat meningkatkan makanan dan fasilitas di kampus.”

Ketika ditanya tentang strategi KKP untuk menghadapi kemungkinan kurangnya SDM karena pengurangan kuota ini, Nyoman mengatakan bahwa partainya memprioritaskan kualitas daripada kuantitas. Dia menambahkan, kebijakan ini juga sejalan dengan Target Indikator Kinerja Nasional (IKU), yang untuk memastikan siswa diserap ke dalam dunia bisnis, industri, dan pekerjaan. “Alih -alih banyak lulus, tetapi berapa banyak yang akan diserap nanti. Kami melewati dua ribu, hanya diserap lima ratus.

Di antara seluruh unit pendidikan kejuruan, hanya Politeknik KP Sidoarjo yang tidak mengalami pemangkasan kuota. Menurut Nyoman, ini karena program umum di kampus mandiri dan dibayar. “Karena peserta sendiri berinvestasi, fasilitasnya juga lebih baik. Asrama rata-rata ber-AC,” katanya.

Nyoman mengatakan kebijakan ini sudah mulai dirancang sejak tahun lalu. Dia menargetkan perubahan dalam kondisi nyata di lapangan untuk dilihat dalam dua hingga tiga tahun ke depan. “Kami akan membuat kehidupan yang lebih baik bagi siswa di kampus,” jelasnya.

Sumber berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *