DIREKTUR Utama PT Pelayanan Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono memperkirakan jumlah kendaraan yang menggunakan jalan tol pada tahun ini saat ini pulang tahun ini mencapai 3,67 juta unit. Jumlah tersebut naik 1,4 persen dibandingkan periode Idul Fitri 2025 dan lebih tinggi 14 persen dibandingkan arus normal.
“Dari 3,67 juta itu, 50,4 persen ke timur dan 28,9 persen ke barat atau Merak, sedangkan 20,7 persen ke Ciawi,” ujarnya saat konferensi pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Menurut Rivan, 50 persen arus mudik mengalir ke sana Tol Trans Jawa yang akan padat ke arah timur dan selebihnya ke arah Bandung. Keakuratan perhitungan ini diklaim mencapai 90,9 persen.
Selanjutnya pada arus balik, Jasa Marga memperkirakan volume kendaraan mencapai 3,54 juta unit. Angka tersebut diperkirakan meningkat 2,1 persen dari periode 2025 dan meningkat 12,5 persen dari arus normal.
“Jadi ini merupakan kegiatan yang terus dipersiapkan oleh kami dan seluruh direksi yang mendukung penuh persiapan Idul Fitri,” kata Rivan.
Jasa Marga juga menyiapkan empat jalur fungsional, yaitu Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer (dari total 62 kilometer), Jogja-Bawen sepanjang 4,98 kilometer (dari total 75,82 kilometer), Jogja-Solo sepanjang 11,48 kilometer (dari total 96,57 kilometer), dan Probolinggo-Banyuwangi dengan panjang 49,68 kilometer. Seluruh ruas tol yang berfungsi akan ditetapkan bebas tarif.
Rivan mengatakan, pengaturan arus lalu lintas di jalan tol fungsional akan diatur oleh kepolisian daerah (Polda) setempat. Segala kebijakan lalu lintas akan diatur oleh Korps Lalu Lintas Polri.
“Jasa Marga siap dengan empat ruas fungsional tersebut untuk digunakan dan dioptimalkan oleh masyarakat yang melakukan mudik pada tahun 2026,” ujarnya.
Periode libur Idul Fitri akan terjadi pada pertengahan bulan Maret 2026. Arus mudik juga akan mulai meningkat pada periode yang sama, dan arus balik akan dimulai setelah libur Idul Fitri.