Sejumlah massa dari pengemudi taksi sepeda motor online (Ojol) dan penduduk masih bertahan hidup di daerah Mako Brimob Kwitang, Jakarta Tengah (Jakarta Tengah). Misa yang mengamuk telah membakar kantor polisi (pospol) di bawah jalan layang Senen.
Dilaporkan oleh Antara, Jumat (200/29/2025), sampai dini hari Misa masih berada di lokasi meskipun beberapa kali telah didorong oleh petugas keamanan menembakkan gas air mata.
Pos polisi yang dibakar tepat di bawah jalan layang Senen. Bangunan itu juga merupakan massa yang melampiaskan kemarahannya dan menuntut akuntabilitas dari polisi.
Gulir untuk melanjutkan konten
Suara letusan itu masih terdengar di sekitar daerah Mako Brimob Kwitang. Sejumlah warga juga menyalakan petasan.
Titik -titik kebakaran dan asap hitam juga terlihat di sekitar Jalan Layan Senen. Ada juga pengendara sepeda motor dan mobil yang telah berhenti sejenak untuk melihat situasi saat ini di daerah Mako Brimob Kwitang yang penuh sesak dengan massa setelah pengemudi Ojol terbunuh.
Hingga 04.30 WIB, massa masih bertahan di sekitar Mako Brimob Kwitang. Suara tembakan gas air mata dan ledakan petasan masih terdengar sesekali.
Kepala Kepolisian Nasional meminta maaf langsung kepada keluarga korban
Dilaporkan sebelumnya, Kepala Polisi Nasional Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan keluarga Affan Kurniawan, seorang sopir taksi sepeda motor online yang terbunuh oleh Rantis Brimob di Jakarta. Kepala Kepolisian Nasional menyampaikan kesedihan yang mendalam kepada keluarga korban dan berjanji untuk menyelidiki insiden ini secara menyeluruh.
“Hal pertama yang saya nyatakan sebagai belasungkawa dan kesedihan sangat dalam bagi afan akhir dan tentu saja bagi seluruh keluarga untuk bencana yang terjadi,” kata Jenderal Sigit.
Dia telah bertemu dengan keluarga almarhum Affan di RSCM. Dia menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga Affan.
“Sebelumnya kami menyatakan belasungkawa dan meminta maaf, dari lembaga kami atas bencana yang terjadi,” tambahnya.
Sigit juga bertemu dengan perwakilan RT dan RW di mana keluarga korban berdomisili. Dia menyatakan bahwa polisi nasional siap membantu seluruh proses pemakaman korban.
“Sebelumnya kami menyatakan belasungkawa mereka dan meminta maaf dari lembaga kami atas bencana yang terjadi. Kami juga bertemu dengan lingkungan ada RT, ada administrator masjid, ada RWS, kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga hal -hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum,” jelas kepala polisi.
Selain itu, Kepala Kepolisian Nasional juga meminta maaf kepada komunitas taksi sepeda motor online. Dia menekankan bahwa para pelaku yang terlibat akan dihukum secara ketat.
Halaman 2 dari 2
(jbr/yhas)