Pusat Karantina Sumatra Selatan memfasilitasi 50 ton santan beku ke Cina

Pusat Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatra Selatan (BKHIT) untuk ikan, ikan dan tanaman (BKHIT) sekali lagi memfasilitasi 50 ton santan yang menghasilkan produksi industri rumah tangga provinsi setempat ke Cina pada Agustus 2025. “Previously from January to July 2025, we facilitated 212 tons of frozen coconut milk with an economic value of around Rp 5.87 billion, the destination of China and Hong Kong,” said Head of South Sumatra BKHIT Sri Endah Ekandari, in Palembang, Sunday, August 24, 2025 as reported by Di antara.

Dia menjelaskan, untuk memfasilitasi ekspor, petugas Sumatra Selatan BKHIT melakukan karantina komoditas santan beku, seperti memeriksa kondisi fisik kemasan, memastikan produk telah melalui proses pemrosesan yang higienis dan aman, serta proses pemrosesan yang aman, serta proses pemrosesan yang aman, serta juga proses pemrosesan yang aman, serta proses pemrosesan yang aman, serta pemrosesan yang aman, juga, juga, proses pemrosesan yang higienis dan aman, serta proses pemrosesan yang aman, serta aman, serta aman, juga, serta proses pemrosesan yang higienis dan aman, serta aman, juga Verifikasi dokumen.

Inspeksi dilakukan di gudang penyimpanan di Palembang sebelum komoditas berangkat ke pelabuhan untuk memastikan santan beku memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan negara tujuan. Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk memastikan bahwa santan beku tidak tercemar dan sesuai dengan standar kualitas yang diperlukan oleh negara tujuan.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan karantina, susu kelapa beku dinyatakan sehat dan aman untuk dibicarakan ke Cina. “Komoditas mencakup media pembawa, sesuai dengan peraturan Badan Karantina Indonesia nomor 5 tahun 2025, santan beku harus menjalani serangkaian pemeriksaan karantina yang ketat,” katanya.

Menurutnya, sertifikasi karantina adalah jaminan kualitas untuk komoditas ekspor dari provinsi dengan 17 distrik dan kota. “Kami memastikan bahwa setiap komoditas ekspor dari Sumatra Selatan, termasuk santan beku, dalam keadaan sehat, aman, dan cocok untuk dikonsumsi. Ini penting agar produk regional ini dapat terus diterima dan bersaing di pasar global,” jelas Sri Ewah.

Sumber berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *