Rumah -rumah di Rawamangun berbagi air minum gratis, penghuni penuh dengan galon

Sejumlah penghuni antri untuk mengambil air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan

Matahari begitu pedas, menusuk kulit ketika langkah kaki memasuki Jalan Rawamangun Southern di Jakarta Timur pada hari Sabtu (12/7) menjelang sore hari. Seketika, tenggorokan segera meminta dirinya untuk dibasahi.

Sayangnya, botol minum yang telah dibawa dari rumah ini lupa diisi. Untungnya, sebuah rumah yang dimiliki oleh distribusi air minum gratis yang murah hati. Siapa pun dapat menerimanya secara gratis, gratis.

Lokasi tepat di sebelah jalan. Terlihat jelas saat lewat. Berbentuk seperti halte bus. Ada kanopi dan tanda yang bertuliskan “Nasuha Care Free Drinking Water”.

Suasana pengumpulan air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan
Suasana pengumpulan air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan

Di sana, empat ketukan disediakan untuk mengisi air minum. Harus dibuka perlahan saat mengisi. Kerannya sangat ketat dan air yang menghilangkannya. Jika Anda tidak hati -hati, itu bisa tumpah sampai pakaian direndam.

Selain empat ketukan, pemberhentian pengisian air minum gratis ini juga menyediakan penutup galon bagi mereka yang pergi ke sana untuk mengisi pasokan rumah.

Rasa air minum seperti sebotol air mineral yang dapat dibeli. Tidak dingin, juga tidak panas. Tidak buruk untuk melepaskan kehausan saat diserang oleh matahari yang panas.

Seorang penduduk mengambil air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan
Seorang penduduk mengambil air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan

Perhentian pengisian air minum gratis hampir tidak pernah tenang. Warga beralih untuk mengisi air. Mereka mengisi galon yang dibawa untuk persediaan di rumah.

Seperti Sarwono misalnya. Ayah ini datang menggunakan sepeda motornya. Bawa dua galon kosong yang dibawanya dari rumah.

“(Untuk) pasokan rumah, konsumsi, minum, itu sudah segera diminum,” katanya ketika bertemu.

Seorang penduduk mengambil air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan
Seorang penduduk mengambil air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan

Selama lebih dari setahun ia menggunakan air minum gratis ini. Dalam seminggu, dia bisa datang ke sana dua kali, segera mengisi dua galon sekaligus.

“Alih -alih membeli, ini empat galon satu minggu, kan?

“Benar -benar sangat membantu, sama seperti orang -orang yang ada di sekitar (juga), untuk ini, ekonomi tidak terlalu, menambahkan,” tambahnya.

Setelah puas mengisi galon, Sarwono juga menginjak gas kembali ke rumahnya di daerah Klender, Jakarta Timur atau sekitar 5 km dari lokasi pengisian air.

Seorang penduduk mengambil air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan
Seorang penduduk mengambil air minum gratis di daerah Rawamangun, Jakarta, Sabtu (12/7/2025). Foto: Abid Raihan/Kumparan

Setelah Sarwono pergi, datang Nuri. Bersama dengan istrinya, penduduk Rawamangun ini datang membawa dua galon. Sama seperti Sarwono, ia telah berlangganan air minum gratis ini.

“Alhamdulillah, sangat membantu. Ada air yang jernih, gratis. Sangat membantu di sini,” katanya.

“Ya, setidaknya kami menyimpan. Jika Anda membeli, misalnya 8 ribu (Rupiah), misalnya. Intinya adalah membantu,” tambahnya.

Nuri juga berharap bahwa tempat ini dapat menginspirasi orang -orang dermawan lainnya untuk juga mendistribusikan air minum gratis untuk tetangganya.

“Ya, jika itu dapat direproduksi, karena kita orang -orang kita juga perlu minum yang penting, ya, sarana air yang penting, kita juga semakin banyak orang. Mungkin kekeringan panjang juga lebih ramai,” katanya.

Tidak hanya mereka yang sering datang ke sini, tampaknya, ada juga pertama kali mencoba air minum gratis ini. Dia Siem. Ibu jilbab sekali lagi dampak dari pompa air di rumahnya rusak.

“Ya, kemudian (air) untuk mandi, untuk minum,” kata Siem.

“Sebelumnya, saya membeli empat atau apa pun, anak -anak telah kehabisan,” tambahnya.

Siem yang datang bersama putranya, merasa sangat dibantah dengan kehadiran air minum gratis ini. Di tengah bencana, tanpa air minum gratis, Siem harus bersedia keluar hanya untuk pasokan air di rumah.

“Beli saja satu galon, isi ulang kemarin, saya sudah sering keluar,” katanya.

“Beli satu galon hingga 100 (ribuan rupiah),” tambahnya.

Sayangnya, pemilik air minum gratis ini, Heru, tidak ada di rumah. The Guardian berkata, dia keluar sampai malam ini. Namun, meskipun tidak ada dia, air minum terus mengalir melalui rumah -rumah tetangganya, kepada mereka yang bukan tetangganya.

Sumber Berita

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *