Selama bertahun-tahun, femidasi hanya dianggap sebagai kejahatan rumah tangga. Faktanya, di berbagai negara Afrika, pembunuhan terhadap perempuan oleh pasangan atau mantan pasangannya telah menjadi fenomena sosial yang serius. Ketika laporan polisi diabaikan, ketika pelaku dibebaskan, ketika korban disalahkan, jalanan menjadi ruang terakhir untuk meminta keadilan. Hal inilah yang melahirkan demonstrasi anti-femidasi Long March, “protes berbaring”, bahkan pemogokan buruh perempuan. Bentuknya berbeda-beda, namun hakikatnya sama: Kehidupan perempuan bukanlah sebuah negosiasi.
Add a comment