Momen hangat terjadi sebelum mantan menteri perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong keluar dari Pusat Penahanan Cipinang, Jumat (1/8) malam. Dia terlihat memeluk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir untuk menjemputnya setelah dinyatakan bebas.
Dari video yang diterima gulungan Tom terlihat memeluk dengan erat. Keduanya telah merilis pelukan dan mengobrol. Lalu memeluk kembali.
Tidak ada detail percakapan mereka. Tapi Tom didengar berterima kasih karena Anies selalu mendukungnya.
"Terima kasih atas semua dukungan Anda (Terima kasih atas semua dukungan Anda)," Tom berkata kepada Anies.
Tom Lembong bebas dari Pusat Penahanan Cipinang setelah mendapatkan penghapusan atau pencabutan tuntutan hukum dalam kasus korupsi yang diduga impor gula dari Presiden Prabowo Subianto. Selama persidangan, Anies sering hadir untuk memberikan dukungan kepada Tom.
Ketika Tom keluar dari Pusat Penahanan Cipinang, Anies juga terlihat menemaninya. Selain itu, istri Tom juga muncul, Franciska Wihardja.
Sejumlah tokoh lain juga hadir untuk menjemput Tom di Pusat Penahanan Cipinang, yaitu mantan pemimpin KPK, tumis Situmorang; Mantan Komisaris Ancol, Geisz Chalifah; Mantan Sekretaris Bumn, kata Didu; Pengamat Hukum Turnly Harun. Mereka sepertinya keluar dari gerbang penjara bersama Tom.
Pada saat itu Anies mengaku senang Tom bisa keluar dari pusat penahanan dan berkumpul lagi dengan keluarganya setelah 9 bulan berpisah.
"Saya sangat berterima kasih, Alhamdulillah senang untuk Tom, Ciska (Franciska) dan seluruh keluarga setelah 9 bulan mereka dipisahkan dengan paksa, malam ini mereka akhirnya dapat berkumpul kembali, utuh sebagai sebuah keluarga," Dia mengatakan pada hari Jumat (1/8).
Memberikan penghapusan
Pemberian penghapusan untuk Tom Lembong adalah setelah persetujuan proposal Prabowo oleh Parlemen Indonesia. Pembebasan Tom Lembong mengejar dekrit presiden dari penghapusan.
Pemberian penghapusan kepada Tom Lembong dihargai oleh Anies Baswedan. Tom adalah bagian dari tim pemenang ANIES dalam pemilihan presiden 2024.
"Kami juga ingin menyampaikan penghargaan mereka kepada Tn. Presiden Prabowo yang mengusulkan penghapusan dan kepada parlemen Indonesia yang menyetujui penghapusan," kata Anies Baswedan di Pusat Penahanan Cipinang.